Merawat shockbreaker fariasi menjadi lebih awet

Shockbreaker Fariasi Merawat shockbreaker dengan cara yang tepat akan menjadikan komponen peredam kejutan ini lebih awet dan tentunya terus memiliki kinerja yang optimal.

Tidak puas dengan komponen standart bawaan dari pabrik, seringkali para biker mengganti sock breaker dengan part fariasi untuk melakukan modifikasi guna mendapatkan kenyamanan serta merubah tampilan.

Membahas tentang shockbreaker fariasi produk dari merek kenamaan yaitu YSS, meskipun sudah cukup terkenal akan kualitasnya, namun pengguna tetap harus paham bagaimana cara perawatannya.

Merawat dan memperbaiki shockbreaker jebol atau bocor

Ditegaskan oleh Yudo Handoko selaku Head Outlet TDR Technology Center mengatakan bila shockbreaker YSS yang dipasarkan tidak ada garansi. Ia menegaskan bila produk YSS hanya tersedia garansi apabila terjadi cacat produksi.

Untuk itu dari pihak pabrikan sendiri tetap menyarankan agar shokbreaker fariasi tetap rutin dibersihkan supaya lebih awet serta menjaga oli tidak cepat bocor.

Kotoran yang banyak menempel pada as shockbreaker akan masuk melalui seal dan lama kelamaan akan mengakibatkan karet seal aus dan jika sudah bocor akan berakibat fatal.

Kemudian perhatikan beban yang dapat diterima oleh shockbreaker serta cara berkendara juga sangat berpengaruh terhadap daya tahan komponen yang satu ini.

Banyak anggapan shock atau suspensi motor yang bisa diperbaiki hanyalah bagian depan, sementara belakang tidak. Ini berlaku bagi monoshock atau dualshock. Benarkah demikian?

Darmawan mekanik Widi Berkah Motor mengatakan, pada dasarnya semua shock bisa diperbaiki karena punya prinsip kerja yang sama, yaitu meredam benturan dengan berbagai komponennya.

Meski demikian, menurutnya, kualitasnya tidak lebih baik ketimbang membeli baru. Dengan begitu servis jenis ini cocok bagi mereka yang belum punya dana lebih.

“Kalau diservis, sebetulnya bisa. Hanya itu kualitasnya kurang kalau dibanding yang orisinil. Tidak akan bertahan lama, (sifatnya) hanya sementara,” menurut pria yang sehari hari berada di bengkelnya di Srengseng Sawah, Depok,

Ia memberikan ilustrasi bagi perbaikan suspensi yang sudah keras. Cara memperbaikinya adalah dengan mengganti oli. Namun ketahanannya hanya bisa beberapa bulan. “Dua tiga bulan bisa keras lagi,” tambahnya.

Begitu pula dengan kebocoran shock. Kasus ini bisa diselesaikan dengan mengganti sil di dalam tabung sok. Namun catatannya, ini masih bisa dikerjakan jika as-nya masih mulus. Kalau sudah rusak, tidak ada cara lain selain menggantinya.

Berapa biaya memperbaiki shockbreaker yang rusak tergantung dari komponen apa yang harus diganti, sementara untuk ongkos jasa cukup murah yaitu berkisar antara 45 sampai 50 ribu rupiah. Simak juga tentang masalah busi motor cepat hitam dan mati.

Updated: November 30, 2016 — 6:34 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Maticmotor.COM © 2016 maticmotor.com