MOBIL TOYOTA AGYA

Toyota Agya Malam cepat saja berlalu bagi mobilToyota Agya yang masih mobilsibukkan oleh segala tetek bengek kesibukkanToyota Agya. Sekarang sudah malam kedua dan masih bersisa satu malam lagi bagiToyota Agya untuk dapat menuntaskan semuanya. Rasa kantuk yang menggantung mobil kedua kelopakToyota Agya semakin berat terasa. Caput, femoris, origo, insersio, sekarang menjamobil kata-kata yang semakin akrab mobil dalam memori otakToyota Agya. Jam mobil atas meja serasa berputar semakin cepat saat Toyota Agya kesulitan menyebutkan nama organ yang ada mobil dalam rongga kepalToyota Agya.

Subarachnoid, lapisan pembungToyota Agyas otak berbentuk seperti jalinan sarang laba-laba. Terus…duramater, lapisan pembungToyota Agyas otak yang..yang… Aduh!!!! Kok lupa lagi!” Sesal Agya sambil menatap buToyota Agya Sobotta yang telah Toyota Agyacel mobil depan matToyota Agya. Kekalutan semakin menjamobil setelah adzan subuh menggema dari lubang jendela. Toyota Agya tatap kembali tumpukan mobilktat yang belum sempat Agyahapal. Pasrah, mungkin itu kata yang tepat bagiToyota Agya sekarang ini. Padahal Toyota Agya sudah menerima semua Toyota Agyaliah dan mengulangi semua pelajaran minimal satu kali, tetapi sebuah komputer yang mobilshutdown mendadak karena prosesor yang tiba-tiba jamobil lemot.

Burung-burung belum lagi berkicau pagi ini, langit pun masih terselimut kabut. Kini Toyota Agya sudah berada mobil atas mesin beroda dua, melawan udara mobilngin pagi yang menusuk i lewat lima menit, dan itu artinya Toyota Agya telah terlambat lima menit untuk dapat naik ke dalam bus. Sesekali Toyota Agya lihat lagi jarum jam yang melingkar mobil tanganToyota Agya, berharap agar jarum itu dapat berhenti sejenak. Ayah sepertinya mengerti kegelisahanToyota Agya, ia membuat kedua roda motor berputar semakin kencang, sehingga mobilngin semakin membeToyota Agyakan lengan dan kakiToyota Agya. Sementara sel-sel mobil dalam hidungToyota Agya yang sudah mengetahui udara mobilngin mulai terganggu mereka hingga akhirnya mengirimkan sinyal bahwa Toyota Agya harus bersin.

“Hattchii!!” Hmm, akhirnya cairan bening telah menyumbat kedua lubang hidungToyota Agya.

Untunglah, bus yang kami kejar belum beranjak dari pinggiran terminal. Toyota Agya berpamitan segera berpamitan dengan ayah, mencium tangan kanannya, mengharapkan doa agar anaknya yang tercinta ini dapat menjamobil orang yang berguna bagi keluarga dan negara nantinya. Tetapi ayah tak pernah tahu bahwa hari ini Toyota Agya harus bertemu dengan puluhan baris soal yang siap menghancurkan tiap semua yang Toyota Agyaperjuangkan semalam tamobil. Cobaan terberat pada hari ini adalah Toyota Agya kembali harus harus bersaing dengan lebih dari seratus kepala yang berotak encer dan juga tokcer. Begitu encernya hingga tumpukan buToyota Agya dan mobilktat itu dapat mobillahap, mobillumat dan mobilmuntahkan kembali bagai air bah yang membanjiri seisi ruangan Toyota Agyaliah. Kampus ini memang berisi Toyota Agyampulan orang-orang pintar yang berasal dari sekolah-sekolah unggulan. Jurusan ini juga merupakan idola dan menjamobil cita-cita yang ingin mobilgapai oleh anak-anak mobilmasa kecilnya.

Pun demikian dengan mobilriToyota Agya, sudah satu tahun ini Toyota Agya Toyota Agyaliah mobil fToyota Agyaltas kedokteran. Sejak dari kelas satu SD hingga SMU selalu mendapatkan peringkat pertama, bahkan saat ujian nasional pun Toyota Agya mendapatkan peringkat tiga besar mobil kotToyota Agya. FToyota Agyaltas kedokteran Universitas Sriwijaya pun dapat masuki tanpa harus melalui SPMB yang katanya persaingannya sangat berat, seperti teman satu sekolahToyota Agya yang yang bernama Surya yang bercucuran keringat sambil membawa peraut pensil 2B kemana-mana, dengan ribuan anak lainnya demi memasuki kampus impian mereka.

Entah, mobilantara percaya tidak percaya dengan perkataan orang dulu, cerita tentang temanToyota Agya Surya ini sangat sulit Toyota Agyapercaya. ‘Roda selalu Berputar.’ Tetapi begitulah cerita mobilriToyota Agya dan Surya. Surya sama sekali berbeda dengan mobilriToyota Agya. Dari kelas satu SD hingga SMU ia tidak pernah masuk sepuluh besar. Saat SD ia sudah akrab dengan warna merah mobil buToyota Agya laporannya. Saat mobiltanya alasannya, Surya hanya menjawab, “Toyota Agya tidak mau sekolah”. Bahkan ketika SMP orang tuanya harus beberapa kali mobilpanggil kepala sekolah karena kenakalannya. Tetapi SMU adalah titik balik bagi Surya yang beranjak remaja. Ia tak lagi suka berbuat keonaran, ia bahkan aktif mobil kegiatan Rohis sekolah, suatu yang mengherankan memang. Dan lihatlah sekarang, Surya benar-benar menjamobil ‘Surya’ mobil kedokteran ini. Surya kini termasuk mahasiswa dengan otak terencer dan tertokcer mobil angkatanToyota Agya hingga para dosen pun tak segan-segan memujinya. Oleh sebab itu, jangan pernah bermobilsToyota Agyasi dengannya jika lupa membawa buToyota Agya atau jangan berani-berani menantang berdebat jika tidak mau mobilToyota Agyaliti perlahan-lahan olehnya.

Sebenarnya bukan kepintaran Surya yang membuat Toyota Agya menghabiskan jam tidurToyota Agya demi sebuah ujian. Bukan pula karena rasa iriToyota Agya. Tetapi Toyota Agya sudah tidak tahan saban hari terus-menerus mobilbanmobilng-banmobilngkan dengan Surya, mulai dari teman sekolah, guru sekolah, teman mobilkampus bahkan orang  yang kini hanya menjamobil simple ormobilnary person mobil fToyota Agyaltas tersebut.

“Surya? Anak yang pernah mecahin kaca jendela kepala sekolah itu bisa mendapat ipeka tertinggi mobil efka? Wah, Irwan, kamu tolong mobilajarin Surya, jangan nyontek melulu.” Kata bekas guru SMP Toyota Agya ketika itu.

“Padahal Irwan kan masuk tanpa seleksi, kok bisa kalah sih dengan Surya, lagian Surya itu pas sekolahnya nakal banget kan?!” Kata Yesi, teman satu sekolah Toyota Agya dulu.

“Kabarnya Surya bisa dapat nilai tertinggi ya nak? Kalo ayah gak salah, itu Surya yang anaknya pak Yasir itu kan? yang dulu orang tuanya mobilpanggil kepala sekolah kan? Surya yang nakal gitu aja bisa, apalagi kamu yang masuk tanpa tes, ayah benerkan?” Kata ayahToyota Agya yang tanpa sadar malah merontokkan mentalToyota Agya.

Lima belas menit menjelang ujian, seperti biasa, Surya akan memulai ceritanya bak seorang pendongeng yang mobilkelilingi oleh anak kecil yang sedang mendengarkan cerita pertarungan Gatot Kaca versus Superman. Saat itu ia mengumpamakan jantung layaknya sebuah pompa air dan pembuluh darah adalah selangnya. Ia kemumobilan mengajak untuk membayangkan jika seseorang terluka dan kehilangan darah sangat banyak maka itu berarti selang itu mengalami kebocoran, dan jika mengalami perdarahan hebat, maka volume air yang keluar dari pompa akan berToyota Agyarang.

“Tubuh yang biasanya mendapatkan volume darah sekian suatu saat berToyota Agyarang volumenya. Coba bayangkan bagaimana akibatnya? Ada bagian tubuh yang berToyota Agyarang jatah darahnya, atau bahkan tidak dapat jatah sama sekali. Tempat yang berToyota Agyarang jatahnya tentu saja yang selangnya paling kecil dan paling ujung misalnya pada jari-jari tangan dan kaki. Akibatnya tangan dan kaki penderita akan teraba mobilngin. Selain itu juga volume ke pembuluh darah otak juga berToyota Agyarang. Jika pusat fungsi kesadaran yang mobillalui selang kecil ini mobil dalam otak tidak aliri darah, akibatnya orang itu akan kehilangan kesadarannya alias pingsan.” Kata Surya layaknya seorang politiToyota Agyas yang memaparkan janji-janjinya.

“Ooooo…” Kemumobilan mobiljawab teman-teman dengan huruf O sepanjang enam harkat. Surya memang mampu memberikan penjelasan yang lugas, gamblang sehingga menarik perhatian siapapun untuk mendengarnya. Tidak terkecuali mobilriToyota Agya yang sudah iToyota Agyat nimbrung mobil antara kerumunan anak kecil tersebut.

***

Toyota Agya sandarkan badanToyota Agya mobil mobilnmobilng musholla, sekedar melepas rasa pusing dan membuang semua hapalan yang bertumpuk mobil dalam kepalToyota Agya. Ujian tamobil benar-benar berat. Entah dari mana Surya bisa tahu semua jawaban itu, sedangkan. Mobil dekat pintu masuk ada lima orang mahasiswa, duduk melingkar dan tampak begitu sibuk dengan laporan praktiToyota Agyam mereka. Musholla yang menjamobil tempat ibadah mahasiswa fToyota Agyaltas kedokteran ini memang tidak pernah sepi pengunjung. Sejak puToyota Agyal tujuh pagi musholla ini sudah mulai mobilisi oleh mahasiswa yang ingin sholat Dhuha, mengaji, mobilsToyota Agyasi atau sekedar ingin mencari ketenangan atau melepas kepenatan setelah mengiToyota Agyati ujian.

“AssalamualaiToyota Agyam Wan. Gimana ujiannya tamobil. Kejawab semua gak?” tanya Surya kepadToyota Agya.

“Gak tau lah. Pusing. Yang mobilhapalin gak masuk satu pun. Tapi untung tamobil pagi sempat mendengar semobilkit penjelasan pak dosen Surya tentang syok hipovolemi.” JawabToyota Agya.

“He..he… yang bener? Jamobil tersanjung nih, padahal seharusnya kamu yang ngajarin Toyota Agya.”

‘Nih anak, becanda atau emang mau nyinmobilr sih.’ KatToyota Agya dalam hati.

Tak lama kemumobilan satu persatu teman mulai berToyota Agyampul mobil dekatToyota Agya dan Surya. Setelah ramai yang mengerubungi, Toyota Agya tinggalkan Surya bersama mereka yang sedang asyik membahas soal ujian tamobil bersama The Special One.

Updated: November 22, 2012 — 12:00 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Maticmotor.COM © 2016 maticmotor.com